Senin, 18 Agustus 2014

ZIARAH KE ALAM BARZAKH

Manusia sesungguhnya tertidur; ketika mati, mereka terjaga (an nas niyam; fa idza matu, intabahu). Demikian sabda Rasulullah saw yang mulia. Ungkapan bernas ini tampaknya lebih merupakan peringatan ketimbang pelajaran. Rasul yang mulia sepertinya hendak mengingatkan kita bahwa hidup ini tidak lebih dari sekedar “mimpi” sesaat. Kita akan benar benar terjaga justru setelah kita mati. Saat itu, kita akan sadar bahwa kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan setelah kematian. Dalam konteks ini, memahami “realitas” kehidupan pasca kematian akan senantiasa relevan dan signifikan bagi setiap muslim. Tujuannya bukanlah semata mata memahami makna kehidupan pasca kematian itu, melainkan juga-lebih penting lagi-memaknai hakikat kehidupan di alam fana ini.Lewat buku ini, Imam Jalaluddin as-Suyuthi mencoba mengajak kita melakukan "ziarah" ke alam barzakh, sebuah alam penantian penuh misteri pasca kematian yang diyakini akan menentukan nasib setiap manusia dalam menuju terminal akhir kehidupan akhiratnya : surga atau neraka. Buku di tangan pembaca ini berbicara tentang seluruh "realitas' yang mungkin dijumpai di alam barzakh. Di dalamnya diuraikan banyak hal: masalah kematian, keutamaan dan metodenya, sifat malaikat maut dan bala tentaranya, perkara yang dapat memalingkan orang menjelang sakratulmaut, keadaan ruh setelah meninggalkan jasad, kondisi di alam kubur, fitnah, siksaan, dan sebagainya. Semuanya itu disajikan dalam pembahasan yang cukup menarik dan sarat dengan muatan sufistik. Karenanya, buku ini sangat penting dibaca sebagai bahan kontemplasi bagi siapa saja yang ingin mengarungi kehidupan ini secara lebih bermakna.
Penulis: Imam Jalaluddin as-Suyuthi
Ukuran: 16 x 24 cm
Halaman: 416/Hardcover
harga:90.000, belum termasuk ongkir

Tidak ada komentar:

Posting Komentar