Harrga : 170.000, belum termasuk ongkir.
Anak adalah permata hati, labuhan jiwa dan harapan masa depan. Ia adalah muara cinta kedua orang tuanya. Orang tua yang benar, pasti akan mengorbankan apapun yang ia punya demi anaknya. Dan mereka pasti ingin agar anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah, serta berhasil dalam studi dan hidupnya. Namun, apakah kita sebagai orang tua tahu persis jalan yang harus kita tempuh untuk menjadikan anak kita demikian?
Padahal, jalan itu maha penting, karena amat menentukan masa depan anak. Sampai-sampai Nabi saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya sendiri yang menjadikan apakah sebagai orang Yahudi, Kristen atau Majusi.”
Jalan itu adalah: pendidikan (tarbiyah) yang baik. Dan pendidik pertama dan utama bagi seorang anak adalah orang tuanya sendiri. Orang tuanyalah yang meletakkan dasar pendidikan bagi anak pada usia dini, agar saat anak memasuki usia remaja, ia tak terpengaruh oleh teman-temannya yang mungkin kurang baik perangainya. Sebab, saat anak memasuki usia remaja, pengaruh lingkungan dan teman pergaulan lebih menentukan daripada orangtuanya.
Maka, orang tua yang sadar pasti akan belajar cara mendidik yang benar, sesuai dengan kaidah agama dan kebutuhan anak yang berbeda-beda karakternya. Dan buku ini menyediakan informasi-informasi yang berharga tentang konsep pendidikan Islam yang utuh, beserta metode-metodenya yang praktis untuk mencegah dan memperbaiki perilaku anak yang menyimpang.
Buku Tarbiyatul Aulad fil Islam (Pendidikan Anak dalam Islam) karya Dr. Abdullah Nashih Ulwan (1928-1987), ulama besar, pendidik dan aktifis gerakan Islam internasional ini telah mengisi kekosongan pustaka Islam dari buku-buku pendidikan Islam yang menyeluruh. Buku ini sekaligus menjelaskan bahwa Islam memiliki sistem dan metode pendidikan yang hebat untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Dan ia mengambil metode-metode itu langsung dari pengajar pertama dan utama umat ini: Rasulullah saw.. Juga dari para murid langsung beliau, yaitu para sahabat yang mulia, serta para ulama dan tokoh umat setelah mereka.
Latar belakang penulis sebagai aktifis gerakan Islam makin memperkaya buku ini dengan berbagai informasi penting yang dibutuhkan seorang pendidik. Ia juga memberi perspektif penting, yang sulit kita jumpai di buku-buku sejenis, yaitu: pendidikan anak yang benar akan menciptakan generasi baru yang punya komitmen kuat terhadap Islam dalam seluruh aspeknya, seperti generasi dulu yang telah membawa Islam ke puncak peradaban dan kejayaan. Dan hanya dengan pendidikan seperti yang diperoleh oleh generasi emas itu, anak-anak kita dapat mengantarkan umat Islam kembali memperoleh kejayaannya.*
***
Penulis : Dr. Abdullah Nashih Ulwan
Ukuran : 19,5 x 27 cm; Hard cover, dua kolom
Tebal : 638 hlm
DAFTAR ISI:
Pengantar Penerbit
Pengantar Penulis (Edisi Pertama)
Pengantar Ulama Besar Syaikh Wahbi Sulaiman al-Ghawiji al-Albani
Pengantar Penulis (Edisi Ketiga)
BAGIAN PERTAMA:
BAB I: PERKAWINAN IDEAL DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN
A. Perkawinan adalah Fitrah Manusia
B. Perkawinan adalah Kepentingan Sosial
1. Menjaga Kelestarian Spesies Manusia
2. Melestarikan Garis Keturunan
3. Menyelamatkan Masyarakat dari Penyimpangan Akhlak
4. Menyelamatkan Masyarakat dari Berbagai Penyakit
5. Menenangkan Jiwa
6. Kerjsama Suami Isteri untuk Membina Rmah Tangga dan Mendidik Anak
7. Menyalakan Rasa Kebapakan dan Keibuan
C. Perkawinan adalah Memilih
1. Memilih atas Dasar Agama
2. Memilih atas Dasar Keturunan dan Kemuliaan
3. Mengutamakan Orang yang Jauh
4. Mengutamakan Gadis Perawan
5. Mengutamakan Wanita yang Subur
BAB II: PERASAAN PSIKOLOGIS TERHADAP ANAK
A. Naluri Orang Tua untuk Mencintai Anak
B. Kasih Sayang kepada Anak adalah Anugerah Allah kepada Hamba-hamba-Nya
C. Membenci Anak Perempuan adalah Perbuatan Jahiliyah yang Amat Dibenci
D. Keutamaan Orang Sabar dalam Menghadapi Kematian Anaknya
E. Mendahulukan Kepentingan Islam daripada Cinta kepada Anak
BAB III: ATURAN UMUM YANG TERKAIT DENGAN BAYI YANG BARU LAHIR
A. Apa yang Dilakukan Orang Tua Saat kelahiran Bayi
1. Dianjurkan Menunjukkan Rasa Suka Cita dan Mengucapkan Selamat di Saat Seseorang Memiliki Bayi
2. Dianjurkan Azan dan Iqamat Saat Bayi Lahir
3. Anjuran untuk Men-tahnik Saat Bayi Lahir
4. Anjuran mencukur Gundul Rambut Bayi
B. Penamaan Bayi dan Aturannya
C. Akikah Bayi dan Aturannya
D. Khitan Bayi dan Hukumnya
BAGIAN KEDUA
PENDAHULUAN
BAB I: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN IMAN
BAB II: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN AKHLAK
A. Pendidikan untuk Meluruskan Akhlak
B. Mengawasi Perilaku Buruk Anak dan Terapi terhadapnya:
Suka Berbohong
Suka Mencuri
Suka Mencela dan Memaki
Liar dan Nakal
BAB III: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN FISIK
A. Cara Praktis Mendidik Fisik Anak
1. Kewajiban Menafkahi Keluarga dan Anak
2. Mengikuti Pola Makan, Minum, dan Istirahat yang Sehat
3. Menjaga Diri dari Wabah Penyakit Menular
4. Berobat untuk Menyembuhkan Penyakit
5. Menerapkan Prinsip ‘Jangan Mencari Bahaya dan Jangan Membahayakan
6. Membiasakan Anak Berolah Raga dan Berkuda
7. Membiasakan Anak Hidup Prihatin (Zuhud) dan Tidak Tenggelam dalam Kemewahan
8. Membiasakan Anak Hidup Serius, Jantan, dan Menjauhkan Diri dari Sifat Malas dan Nakal
B. Empat Fenomena Buruk di Kalangan Remaja:
1. Merokok
2. Masturbasi
3. Minuman Keras dan Narkoba
4. Zina dan Homeseksual (Liwath)
BAB IV: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN INTELEKTUAL
A. Kewajiban Mendidik
B. Kewajiban Belajar bagi Wanita Sama dengan Lelaki
C. Penyadaran (Pencerahan) Pikiran
D. Memelihara Kesehatan Akal
BAB V: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN MENTAL (PSIKOLOGIS)
A. Minder
B. Penakut
C. Rendah Diri
D. Dengki (Hasad)
E. Amarah
BAB VI: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN SOSIAL
A. Menanamkan Dasar-dasar Mentalitas yang Luhur
1. Takwa
2. Ukhuwah (Persaudaraan)
3. Kasih Sayang (Rahmah)
4. Mengutamakan Orang Lain (Itsar)
5. Memaafkan
6. Berani
B. Memperhatikan Hak-hak Orang Lain
1. Hak Kedua Orang Tua
2. Hak Saudara (Kakak dan Adik)
3. Hak Tetangga
4. Hak Guru
5. Hak Teman
6. Hak Orang yang Lebih Tua
C. Mengamalkan Etika Sosial
1. Etika Makan dan Minum
2. Etika Mengucap Salam
3. Etika Minta Izin
4. Etika di dalam Majelis (Pertemuan)
5. Etika dalam Berbicara
6. Etika dalam Bergurau
7. Etika Memberi Ucapan Selamat
8. Etika Menjenguk Orang Sakit
9. Etika Melayat (takziyah)
10. Etika Bersin dan Menguap
D. Pengawasan dan Kritik Sosial
1. Amar Makruf Nahi Munkar sebagai Tugas Sosial
2. Aturan Main dalam Pengawasan dan kritik Sosial
3. Senantiasa Mengingat Sikap Teladan Para Pendahulu
BAB VII: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN SEKS
A. Etika Meminta Izin
B. Etika Memandang
1. Etika memandang muhrim
2. Etika memandang wanita yang dilamar
3. Etika memandang isteri
4. Etika memandang wanita asing (non-muhrim)
5. Etika memandang sesama laki-laki
6. Etika memandang sesama wanita
7. Etika wanita kafir memandang wanita Muslim
8. Etika memandang anak muda berusia tanggung
9. Etika bagi wanita memandang laki-laki asing (non-muhrim)
10. Etika memandang aurat anak kecil
11. Kondisi-kondisi yan dibolehkan untuk melihat
C. Menjauhkan Anak dari Rangsangan-rangsangan Seksual
1. Penyadaran
2. Peringatan
3. Pengikatan
D. Mengajarkan Anak tentang Hukum-hukum pada Masa Remaja dan Baligh
E. Perkawinan dan Hubungan Seksual
a. Pandangan Islam terhadap Perkawinan
b. Mengapa Allah Mensyariatkan Perkawinan?
F. Menjaga Kesucian bagi yang Belum Mampu Menikah
G. Apa Boleh Berterus Terang kepada Anak Mengenai Masalah seks?
BAGIAN KETIGA
BAB I: METODE PENDIDIKAN ANAK YANG EFEKTIF
A. Pendidikan dengan Teladan
B. Pendidikan dengan Pembiasaan
a. Metode Islam untuk Memperbaiki Orang Dewasa
b. Metode Islam untuk Memperbaiki Anak-anak
C. Pendidikan dengan Nasihat yang Bijak
1. Seruan yang menyadarkan, yang dibarengi dengan simpati atau penolakan
2. Gaya narasi kisah yang disertai dengan ‘ibrah (pelajaran) dan nasihat
3. Arahan Qur´ani yang disertai dengan berbagai pesan dan nasihat
D. Pendidikan dengan Perhatian dan Pemantauan
a. Perhatian dan Pemantauan oleh Rasulullah
b. Jenis-jenis Perhatian dan Pemantauan
1. Perhatian dan pemantauan terhadap keimanan anak
2. Perhatian dan pemantauan terhadap akhlak anak
3. Perhatian dan pemantauan terhadap intelektual anak
4. Perhatian dan pemantauan terhadap fisik anak
5. Perhatian dan pemantauan terhadap mental anak
6. Perhatian dan pemantauan terhadap aspek sosial anak
7. Perhatian dan pemantauan terhadap aspek spiritual anak
E. Pendidikan dengan Hukuman yang Layak
A. Hudud
B. Ta’dzir
BAB II: KAIDAH-KAIDAH DASAR DALAM PENDIDIKAN ANAK
A. Sifat-sifat Dasar yang Harus Dimiliki Para Pendidik
Ikhlas
Takwa
Ilmu
Sabar
Rasa Tanggung Jawab
a. Rencana dan Strategi Kaum Komunis
b. Rencana dan Strategi Salibis
c. Rencana dan Strategi Yahudi dan Freemasonry
d. Rencana dan Strategi Kolonialis
B. Kaidah-kaidah Dasar Pendidikan Anak
1. Kaidah Ikatan
a. Ikatan Akidah
b. Ikatan Spiritual (Ruhiyah)
1) Mengikat anak dengan ibadah
2) Mengikat anak dengan Al-Qur’an
3) Mengikat anak dengan rumah-rumah Allah (masjid)
4) Mengikat anak dengan zikir kepada Allah
5) Mengikat anak dengan ibadah-ibadah sunnah
6) Mengikat anak dengan rasa muraqabah (diawasi oleh Allah)
c. Ikatan Berpikir
d. Ikatan Sosial
1) Mengikat anak dengan seorang pembimbing (mursyid)
2) Mengikat anak dengan sahabat yang saleh
3) Mengikat anak dengan dakwah dan juru dakwah
e. Ikatan Olahraga
2. Kaidah Peringatan
a. Peringatan terhadap Kemurtadan
b. Peringatan terhadap Ateisme
c. Peringatan terhadap Permainan dan Hiburan Terlarang
1) Permainan dengan dadu (meja)
2) Mendengarkan lagu dan musik
3) Menonton film dan teater
4) Permainan dengan Judi
d. Peringatan terhadap Taklid Buta
e. Peringatan terhadap Teman yang Buruk
f. Peringatan terhadap Kerusakan Akhlak
g. Peringatan terhadap Hal-hal yang Haram
1) Makanan dan Minuman yang Haram
2) Pakaian, Perhiasan dan Penampilan yang Haram
3) Keyakinan Jahiliyah yang Haram
4) Penghasilan yang Haram
5) Tradisi Jahiliyah yang Haram
BAB III: SARAN-SARAN PENTING UNTUK PENDIDIKAN
1. Memotivasi Anak untuk Mendapatkan Penghasilan dengan Cara yang Mulia
2. Memperhatikan Bakat Anak
3. Memberi Kesempatan bagi Anak untuk Bermain dan Menghibur Diri
4. Mengadakan Kerjasama antara Rumah, Masjid, dan Sekolah
5. Memperkuat Hubungan antara Pendidik dengan Anak
6. Menggunakan Metode Pendidikan Setiap Saat
7. Mempersiapkan Sarana-sarana Ilmu Pengetahuan yang Bermanfaat bagi Anak
8. Memotivasi Anak untuk Selalu Belajar
9. Membuat Anak Senantiasa Merasa Bertanggung Jawab terhadap Islam
10. Memperdalam Semangat Jihad pada Anak
Anak adalah permata hati, labuhan jiwa dan harapan masa depan. Ia adalah muara cinta kedua orang tuanya. Orang tua yang benar, pasti akan mengorbankan apapun yang ia punya demi anaknya. Dan mereka pasti ingin agar anaknya tumbuh menjadi anak yang saleh dan salehah, serta berhasil dalam studi dan hidupnya. Namun, apakah kita sebagai orang tua tahu persis jalan yang harus kita tempuh untuk menjadikan anak kita demikian?
Padahal, jalan itu maha penting, karena amat menentukan masa depan anak. Sampai-sampai Nabi saw. bersabda, “Setiap anak dilahirkan dalam keadaan suci, maka kedua orang tuanya sendiri yang menjadikan apakah sebagai orang Yahudi, Kristen atau Majusi.”
Jalan itu adalah: pendidikan (tarbiyah) yang baik. Dan pendidik pertama dan utama bagi seorang anak adalah orang tuanya sendiri. Orang tuanyalah yang meletakkan dasar pendidikan bagi anak pada usia dini, agar saat anak memasuki usia remaja, ia tak terpengaruh oleh teman-temannya yang mungkin kurang baik perangainya. Sebab, saat anak memasuki usia remaja, pengaruh lingkungan dan teman pergaulan lebih menentukan daripada orangtuanya.
Maka, orang tua yang sadar pasti akan belajar cara mendidik yang benar, sesuai dengan kaidah agama dan kebutuhan anak yang berbeda-beda karakternya. Dan buku ini menyediakan informasi-informasi yang berharga tentang konsep pendidikan Islam yang utuh, beserta metode-metodenya yang praktis untuk mencegah dan memperbaiki perilaku anak yang menyimpang.
Buku Tarbiyatul Aulad fil Islam (Pendidikan Anak dalam Islam) karya Dr. Abdullah Nashih Ulwan (1928-1987), ulama besar, pendidik dan aktifis gerakan Islam internasional ini telah mengisi kekosongan pustaka Islam dari buku-buku pendidikan Islam yang menyeluruh. Buku ini sekaligus menjelaskan bahwa Islam memiliki sistem dan metode pendidikan yang hebat untuk memperbaiki kondisi masyarakat. Dan ia mengambil metode-metode itu langsung dari pengajar pertama dan utama umat ini: Rasulullah saw.. Juga dari para murid langsung beliau, yaitu para sahabat yang mulia, serta para ulama dan tokoh umat setelah mereka.
Latar belakang penulis sebagai aktifis gerakan Islam makin memperkaya buku ini dengan berbagai informasi penting yang dibutuhkan seorang pendidik. Ia juga memberi perspektif penting, yang sulit kita jumpai di buku-buku sejenis, yaitu: pendidikan anak yang benar akan menciptakan generasi baru yang punya komitmen kuat terhadap Islam dalam seluruh aspeknya, seperti generasi dulu yang telah membawa Islam ke puncak peradaban dan kejayaan. Dan hanya dengan pendidikan seperti yang diperoleh oleh generasi emas itu, anak-anak kita dapat mengantarkan umat Islam kembali memperoleh kejayaannya.*
***
Penulis : Dr. Abdullah Nashih Ulwan
Ukuran : 19,5 x 27 cm; Hard cover, dua kolom
Tebal : 638 hlm
DAFTAR ISI:
Pengantar Penerbit
Pengantar Penulis (Edisi Pertama)
Pengantar Ulama Besar Syaikh Wahbi Sulaiman al-Ghawiji al-Albani
Pengantar Penulis (Edisi Ketiga)
BAGIAN PERTAMA:
BAB I: PERKAWINAN IDEAL DAN KAITANNYA DENGAN PENDIDIKAN
A. Perkawinan adalah Fitrah Manusia
B. Perkawinan adalah Kepentingan Sosial
1. Menjaga Kelestarian Spesies Manusia
2. Melestarikan Garis Keturunan
3. Menyelamatkan Masyarakat dari Penyimpangan Akhlak
4. Menyelamatkan Masyarakat dari Berbagai Penyakit
5. Menenangkan Jiwa
6. Kerjsama Suami Isteri untuk Membina Rmah Tangga dan Mendidik Anak
7. Menyalakan Rasa Kebapakan dan Keibuan
C. Perkawinan adalah Memilih
1. Memilih atas Dasar Agama
2. Memilih atas Dasar Keturunan dan Kemuliaan
3. Mengutamakan Orang yang Jauh
4. Mengutamakan Gadis Perawan
5. Mengutamakan Wanita yang Subur
BAB II: PERASAAN PSIKOLOGIS TERHADAP ANAK
A. Naluri Orang Tua untuk Mencintai Anak
B. Kasih Sayang kepada Anak adalah Anugerah Allah kepada Hamba-hamba-Nya
C. Membenci Anak Perempuan adalah Perbuatan Jahiliyah yang Amat Dibenci
D. Keutamaan Orang Sabar dalam Menghadapi Kematian Anaknya
E. Mendahulukan Kepentingan Islam daripada Cinta kepada Anak
BAB III: ATURAN UMUM YANG TERKAIT DENGAN BAYI YANG BARU LAHIR
A. Apa yang Dilakukan Orang Tua Saat kelahiran Bayi
1. Dianjurkan Menunjukkan Rasa Suka Cita dan Mengucapkan Selamat di Saat Seseorang Memiliki Bayi
2. Dianjurkan Azan dan Iqamat Saat Bayi Lahir
3. Anjuran untuk Men-tahnik Saat Bayi Lahir
4. Anjuran mencukur Gundul Rambut Bayi
B. Penamaan Bayi dan Aturannya
C. Akikah Bayi dan Aturannya
D. Khitan Bayi dan Hukumnya
BAGIAN KEDUA
PENDAHULUAN
BAB I: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN IMAN
BAB II: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN AKHLAK
A. Pendidikan untuk Meluruskan Akhlak
B. Mengawasi Perilaku Buruk Anak dan Terapi terhadapnya:
Suka Berbohong
Suka Mencuri
Suka Mencela dan Memaki
Liar dan Nakal
BAB III: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN FISIK
A. Cara Praktis Mendidik Fisik Anak
1. Kewajiban Menafkahi Keluarga dan Anak
2. Mengikuti Pola Makan, Minum, dan Istirahat yang Sehat
3. Menjaga Diri dari Wabah Penyakit Menular
4. Berobat untuk Menyembuhkan Penyakit
5. Menerapkan Prinsip ‘Jangan Mencari Bahaya dan Jangan Membahayakan
6. Membiasakan Anak Berolah Raga dan Berkuda
7. Membiasakan Anak Hidup Prihatin (Zuhud) dan Tidak Tenggelam dalam Kemewahan
8. Membiasakan Anak Hidup Serius, Jantan, dan Menjauhkan Diri dari Sifat Malas dan Nakal
B. Empat Fenomena Buruk di Kalangan Remaja:
1. Merokok
2. Masturbasi
3. Minuman Keras dan Narkoba
4. Zina dan Homeseksual (Liwath)
BAB IV: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN INTELEKTUAL
A. Kewajiban Mendidik
B. Kewajiban Belajar bagi Wanita Sama dengan Lelaki
C. Penyadaran (Pencerahan) Pikiran
D. Memelihara Kesehatan Akal
BAB V: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN MENTAL (PSIKOLOGIS)
A. Minder
B. Penakut
C. Rendah Diri
D. Dengki (Hasad)
E. Amarah
BAB VI: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN SOSIAL
A. Menanamkan Dasar-dasar Mentalitas yang Luhur
1. Takwa
2. Ukhuwah (Persaudaraan)
3. Kasih Sayang (Rahmah)
4. Mengutamakan Orang Lain (Itsar)
5. Memaafkan
6. Berani
B. Memperhatikan Hak-hak Orang Lain
1. Hak Kedua Orang Tua
2. Hak Saudara (Kakak dan Adik)
3. Hak Tetangga
4. Hak Guru
5. Hak Teman
6. Hak Orang yang Lebih Tua
C. Mengamalkan Etika Sosial
1. Etika Makan dan Minum
2. Etika Mengucap Salam
3. Etika Minta Izin
4. Etika di dalam Majelis (Pertemuan)
5. Etika dalam Berbicara
6. Etika dalam Bergurau
7. Etika Memberi Ucapan Selamat
8. Etika Menjenguk Orang Sakit
9. Etika Melayat (takziyah)
10. Etika Bersin dan Menguap
D. Pengawasan dan Kritik Sosial
1. Amar Makruf Nahi Munkar sebagai Tugas Sosial
2. Aturan Main dalam Pengawasan dan kritik Sosial
3. Senantiasa Mengingat Sikap Teladan Para Pendahulu
BAB VII: TANGGUNG JAWAB PENDIDIKAN SEKS
A. Etika Meminta Izin
B. Etika Memandang
1. Etika memandang muhrim
2. Etika memandang wanita yang dilamar
3. Etika memandang isteri
4. Etika memandang wanita asing (non-muhrim)
5. Etika memandang sesama laki-laki
6. Etika memandang sesama wanita
7. Etika wanita kafir memandang wanita Muslim
8. Etika memandang anak muda berusia tanggung
9. Etika bagi wanita memandang laki-laki asing (non-muhrim)
10. Etika memandang aurat anak kecil
11. Kondisi-kondisi yan dibolehkan untuk melihat
C. Menjauhkan Anak dari Rangsangan-rangsangan Seksual
1. Penyadaran
2. Peringatan
3. Pengikatan
D. Mengajarkan Anak tentang Hukum-hukum pada Masa Remaja dan Baligh
E. Perkawinan dan Hubungan Seksual
a. Pandangan Islam terhadap Perkawinan
b. Mengapa Allah Mensyariatkan Perkawinan?
F. Menjaga Kesucian bagi yang Belum Mampu Menikah
G. Apa Boleh Berterus Terang kepada Anak Mengenai Masalah seks?
BAGIAN KETIGA
BAB I: METODE PENDIDIKAN ANAK YANG EFEKTIF
A. Pendidikan dengan Teladan
B. Pendidikan dengan Pembiasaan
a. Metode Islam untuk Memperbaiki Orang Dewasa
b. Metode Islam untuk Memperbaiki Anak-anak
C. Pendidikan dengan Nasihat yang Bijak
1. Seruan yang menyadarkan, yang dibarengi dengan simpati atau penolakan
2. Gaya narasi kisah yang disertai dengan ‘ibrah (pelajaran) dan nasihat
3. Arahan Qur´ani yang disertai dengan berbagai pesan dan nasihat
D. Pendidikan dengan Perhatian dan Pemantauan
a. Perhatian dan Pemantauan oleh Rasulullah
b. Jenis-jenis Perhatian dan Pemantauan
1. Perhatian dan pemantauan terhadap keimanan anak
2. Perhatian dan pemantauan terhadap akhlak anak
3. Perhatian dan pemantauan terhadap intelektual anak
4. Perhatian dan pemantauan terhadap fisik anak
5. Perhatian dan pemantauan terhadap mental anak
6. Perhatian dan pemantauan terhadap aspek sosial anak
7. Perhatian dan pemantauan terhadap aspek spiritual anak
E. Pendidikan dengan Hukuman yang Layak
A. Hudud
B. Ta’dzir
BAB II: KAIDAH-KAIDAH DASAR DALAM PENDIDIKAN ANAK
A. Sifat-sifat Dasar yang Harus Dimiliki Para Pendidik
Ikhlas
Takwa
Ilmu
Sabar
Rasa Tanggung Jawab
a. Rencana dan Strategi Kaum Komunis
b. Rencana dan Strategi Salibis
c. Rencana dan Strategi Yahudi dan Freemasonry
d. Rencana dan Strategi Kolonialis
B. Kaidah-kaidah Dasar Pendidikan Anak
1. Kaidah Ikatan
a. Ikatan Akidah
b. Ikatan Spiritual (Ruhiyah)
1) Mengikat anak dengan ibadah
2) Mengikat anak dengan Al-Qur’an
3) Mengikat anak dengan rumah-rumah Allah (masjid)
4) Mengikat anak dengan zikir kepada Allah
5) Mengikat anak dengan ibadah-ibadah sunnah
6) Mengikat anak dengan rasa muraqabah (diawasi oleh Allah)
c. Ikatan Berpikir
d. Ikatan Sosial
1) Mengikat anak dengan seorang pembimbing (mursyid)
2) Mengikat anak dengan sahabat yang saleh
3) Mengikat anak dengan dakwah dan juru dakwah
e. Ikatan Olahraga
2. Kaidah Peringatan
a. Peringatan terhadap Kemurtadan
b. Peringatan terhadap Ateisme
c. Peringatan terhadap Permainan dan Hiburan Terlarang
1) Permainan dengan dadu (meja)
2) Mendengarkan lagu dan musik
3) Menonton film dan teater
4) Permainan dengan Judi
d. Peringatan terhadap Taklid Buta
e. Peringatan terhadap Teman yang Buruk
f. Peringatan terhadap Kerusakan Akhlak
g. Peringatan terhadap Hal-hal yang Haram
1) Makanan dan Minuman yang Haram
2) Pakaian, Perhiasan dan Penampilan yang Haram
3) Keyakinan Jahiliyah yang Haram
4) Penghasilan yang Haram
5) Tradisi Jahiliyah yang Haram
BAB III: SARAN-SARAN PENTING UNTUK PENDIDIKAN
1. Memotivasi Anak untuk Mendapatkan Penghasilan dengan Cara yang Mulia
2. Memperhatikan Bakat Anak
3. Memberi Kesempatan bagi Anak untuk Bermain dan Menghibur Diri
4. Mengadakan Kerjasama antara Rumah, Masjid, dan Sekolah
5. Memperkuat Hubungan antara Pendidik dengan Anak
6. Menggunakan Metode Pendidikan Setiap Saat
7. Mempersiapkan Sarana-sarana Ilmu Pengetahuan yang Bermanfaat bagi Anak
8. Memotivasi Anak untuk Selalu Belajar
9. Membuat Anak Senantiasa Merasa Bertanggung Jawab terhadap Islam
10. Memperdalam Semangat Jihad pada Anak

Tidak ada komentar:
Posting Komentar