Harga: 55.000, belum termasuk ongkir
Pembaca yang dimuliakan Allah Ta’alaa, buku yang berjudul Menguak Rahasia Ilmu Para Wali yang sedang anda baca saat ini merupakan kumpulan wasiat, nasihat dan kisah-kisah hikmah yang disampaikan oleh al-Imam Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi, yang ditulis oleh beberapa muridnya antara lain; al-Fadhil Habib Umar bin Muhammad Maulakhailah, Habib Muhsin bin Abdullah Assegaf, Habib Husein bin Abdullah al-Habsyi.
Kita sering mendengar kata-kata akhlak didengungkan dimana-mana, namun hakikat akhlak yang sebenarnya tidaklah semudah kita mengucapkannya. Ilmu tanpa akhlak tak akan sempurna.
Adapun ilmu adalah cahaya Allah yang dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan Allah tidak akan mengangkat para wali-Nya dari orang-orang yang bodoh atau tak berilmu, kalau pun ia tidak berilmu, maka Allah pasti akan mengajari dan mengilhamkan ilmu-ilmu-Nya kepada hamba-Nya yang telah Dia pilih.
Oleh karena itu seorang muslim tidak semestinya berbangga diri dengan firman-firman Allah dan sabda-sabda Rasulullah yang membahas tentang keutamaan ilmu, dan ia menganggap dirinya tergolong di antara orang-orang yang dianugerahi keutamaan dan kemuliaan karena ilmunya, padahal ia tidak mengamalkannya.
Para salaf sholihin adalah para ulama besar, mereka menguasai berbagai disiplin ilmu agama. Dada mereka sarat akan ilmu dan hikmah, meskipun begitu mereka tidaklah berbangga diri. Karena mereka mengetahui, kelak di atas titian sirath al-mustaqim tidaklah semua orang yang berilmu dapat menjamin dirinya selamat, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada orang lain. Kemuliaan dan keutamaan bukan hanya atas mereka yang menyandang ilmu saja, namun bagi mereka yang menyandang ilmu dengan mengutamakan akhlak, sebagaimana yang dicontohkan oleh para salafunas-sholihin.
Kami yakin, jika perjalanan hidup kaum sholihin disuguhkan kepada para remaja kita, maka hati mereka akan tersentuh dan kemudian tergugah untuk mengikuti langkah-langkah mereka. Buku ini membahas tentang perjalanan hidup para salaf dalam mencari ilmu serta semangat mereka dalam mengamalkan ilmunya dengan ikhlas serta menghiasi kepribadiannya dengan akhlak Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam.
Dalam buku ini, kami juga menyuguhkan cinta para sahabat kepada Maha Guru mereka, Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam, agar tertanam dalam hati kita cinta kepada mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai jasa besar dalam perjuangan Islam. Dan sejarah para sahabat ini secara tidak langsung mengajarkan kepada kita cara memelihara, memuliakan dan mengagungkan guru atau ulama yang mengemban kemuliaan ilmu.
Wasiat, nasihat, hikmah dan kisah-kisah serta faedah amalan dalam buku ini insya Allah akan memberikan manfaat yang besar bagi para pembacanya. Wasiat, hikmah dan kisah-kisah tersebut awalnya tertulis dengan bahasa Arab, sehingga kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan pengolahan bahasa yang sederhana, agar masyarakat luas khususnya kaum pemuda dapat menikmati dan mengamalkan wasiat dan nasihat-nasihat beliau yang penuh dengan hikmah.
Karena keterbatasan pengetahuan kami, kami tidak mampu memaparkan secara tuntas akan luasnya ilmu, dan keluhuran akhlak Habibana Ali bin Muhammad dan para salaf beliau radhiyallahu’anhum ajma’in. Ringkasnya, buku ini ibarat setetes air di tengah samudera Habibana Ali dan percikan air dari lautan kemuliaan kaum ‘arifin.
Pembaca yang dimuliakan Allah Ta’alaa, buku yang berjudul Menguak Rahasia Ilmu Para Wali yang sedang anda baca saat ini merupakan kumpulan wasiat, nasihat dan kisah-kisah hikmah yang disampaikan oleh al-Imam Habib Ali bin Muhammad bin Husein al-Habsyi, yang ditulis oleh beberapa muridnya antara lain; al-Fadhil Habib Umar bin Muhammad Maulakhailah, Habib Muhsin bin Abdullah Assegaf, Habib Husein bin Abdullah al-Habsyi.
Kita sering mendengar kata-kata akhlak didengungkan dimana-mana, namun hakikat akhlak yang sebenarnya tidaklah semudah kita mengucapkannya. Ilmu tanpa akhlak tak akan sempurna.
Adapun ilmu adalah cahaya Allah yang dianugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang Dia kehendaki. Dan Allah tidak akan mengangkat para wali-Nya dari orang-orang yang bodoh atau tak berilmu, kalau pun ia tidak berilmu, maka Allah pasti akan mengajari dan mengilhamkan ilmu-ilmu-Nya kepada hamba-Nya yang telah Dia pilih.
Oleh karena itu seorang muslim tidak semestinya berbangga diri dengan firman-firman Allah dan sabda-sabda Rasulullah yang membahas tentang keutamaan ilmu, dan ia menganggap dirinya tergolong di antara orang-orang yang dianugerahi keutamaan dan kemuliaan karena ilmunya, padahal ia tidak mengamalkannya.
Para salaf sholihin adalah para ulama besar, mereka menguasai berbagai disiplin ilmu agama. Dada mereka sarat akan ilmu dan hikmah, meskipun begitu mereka tidaklah berbangga diri. Karena mereka mengetahui, kelak di atas titian sirath al-mustaqim tidaklah semua orang yang berilmu dapat menjamin dirinya selamat, kecuali mereka yang mengamalkan ilmunya dan mengajarkannya kepada orang lain. Kemuliaan dan keutamaan bukan hanya atas mereka yang menyandang ilmu saja, namun bagi mereka yang menyandang ilmu dengan mengutamakan akhlak, sebagaimana yang dicontohkan oleh para salafunas-sholihin.
Kami yakin, jika perjalanan hidup kaum sholihin disuguhkan kepada para remaja kita, maka hati mereka akan tersentuh dan kemudian tergugah untuk mengikuti langkah-langkah mereka. Buku ini membahas tentang perjalanan hidup para salaf dalam mencari ilmu serta semangat mereka dalam mengamalkan ilmunya dengan ikhlas serta menghiasi kepribadiannya dengan akhlak Rasulullah Shallallaahu ’alaihi wa Sallam.
Dalam buku ini, kami juga menyuguhkan cinta para sahabat kepada Maha Guru mereka, Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Sallam, agar tertanam dalam hati kita cinta kepada mereka. Karena mereka adalah orang-orang yang mempunyai jasa besar dalam perjuangan Islam. Dan sejarah para sahabat ini secara tidak langsung mengajarkan kepada kita cara memelihara, memuliakan dan mengagungkan guru atau ulama yang mengemban kemuliaan ilmu.
Wasiat, nasihat, hikmah dan kisah-kisah serta faedah amalan dalam buku ini insya Allah akan memberikan manfaat yang besar bagi para pembacanya. Wasiat, hikmah dan kisah-kisah tersebut awalnya tertulis dengan bahasa Arab, sehingga kami terjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan pengolahan bahasa yang sederhana, agar masyarakat luas khususnya kaum pemuda dapat menikmati dan mengamalkan wasiat dan nasihat-nasihat beliau yang penuh dengan hikmah.
Karena keterbatasan pengetahuan kami, kami tidak mampu memaparkan secara tuntas akan luasnya ilmu, dan keluhuran akhlak Habibana Ali bin Muhammad dan para salaf beliau radhiyallahu’anhum ajma’in. Ringkasnya, buku ini ibarat setetes air di tengah samudera Habibana Ali dan percikan air dari lautan kemuliaan kaum ‘arifin.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar